Komentar Harry Styles tentang Seks Sesama Jenis dapat Melanggengkan Stigma Buruk terhadap Kelompok Queer 

Music
25.08.22

Komentar Harry Styles tentang Seks Sesama Jenis dapat Melanggengkan Stigma Buruk terhadap Kelompok Queer 

Harry Styles terseret kontroversi atas komentarnya tentang adegan seks pada film “My Policeman”. Ini bukan kali pertama Styles dianggap tidak sensitif pada kelompok LGBTQ+. 

by Whiteboard Journal

 

Teks: Ghina Prameswari
Foto: Billboard

Film “My Policeman” yang dibintangi Harry Styles akan rilis bulan Oktober mendatang. Menyusul perilisannya, Harry selaku pemeran utama kerap membahas film ini dalam ragam wawancara yang ia hadiri. Meski tidak bermaksud buruk, salah satu komentar Harry mengenai adegan seks sesama jenis dalam film ini dianggap melanggengkan stereotip buruk terhadap kelompok LGBTQ+. 

Ketika ditanya mengenai pendapatnya tentang film “My Policeman”, Styles berkata bahwa film ini memberi cara pandang baru terhadap seks sesama jenis. Menurut Harry, seks sesama jenis kerap digambarkan sebagai sesuatu yang vulgar dan pornografis. Mendeskripsikannya sebagai ‘two guys going at it’, bagi Harry adegan seks dalam film “My Policeman” meruntuhkan stigma tersebut dengan memperlihatkan keindahan dalam sebuah hubungan intim. 

Sebagian besar orang menilai komentar Harry sebagai ‘tone-deaf’ dan ‘ignorant’. Menilai seks sesama jenis telah digambarkan secara indah dalam banyak film bergenre serupa–”Call Me By Your Name” dan “Moonlight” jadi salah duanya. Fakta tersebut mendorong banyak orang untuk berpikir bahwa Harry tidak mendasari pernyataannya pada observasi, namun justru biasnya sendiri terhadap hubungan sesama jenis. 

Ini tak jadi kali pertama Harry terlibat kontroversi terkait dengan pandangannya terhadap kelompok LGBTQ+. Selama beberapa tahun ke belakang, Harry juga menerima tuduhan melakukan queerbaiting–tindakan berpura-pura menjadi queer untuk kepentingan pribadi. Terkait dengan hal ini, tak sedikit pula yang mendukung Harry. Beberapa berargumen bahwa tak ada satupun orang yang memiliki kewajiban untuk membuktikan seksualitasnya, termasuk pula selebriti. Majalah DAZED menambahkan bahwa ambiguitas itu perlu dijaga dan dirayakan, dan figur publik seperti Harry tak seharusnya dipaksa untuk menegaskan orientasi seksualnya jika ia tak merasa nyaman dengan itu.

Selagi mayoritas publik membela Harry terkait dugaan queerbaiting yang dilayangkan padanya, warganet menyayangkan komentar Harry mengenai seks sesama jenis. Dan meski tak disertai intensi jahat, Harry seharusnya dapat lebih berhati-hati dalam mengungkapkan sesuatu yang berpotensi menyakiti satu kelompok tertentu. whiteboardjournal, logo