New Music Selection: Ravyn Lenae, Ramengvrl, Come To Grief, sampai WRECK

Music
20.05.22

New Music Selection: Ravyn Lenae, Ramengvrl, Come To Grief, sampai WRECK

Dengarkan eksperimentasi rekaman DIY Lykke Li, gebrak batasan post-hardcore bersama WRECK, dan dengarkan kolaborasi terbaru FKJ dan Toro y Moi.

by Whiteboard Journal

 

Setiap hari Jumat, kami akan merangkum rilisan lagu baru dari musisi lokal dan internasional. Berikut adalah rangkuman lagu-lagu baru yang menarik untuk didengar di minggu ketiga Mei 2022 ini.


FKJ feat. Toro y Moi – A Moment of Mystery

Coba pejamkan mata dan nikmati dengan seksama. Lagu ini dibumbui dengan detil-detil kecil yang ditambahkan sedikit demi sedikit, penggunaan synth yang manis, dan vokal Toro y Moi yang sederhana. Sebuah lagu yang cocok untuk menemani di penghujung hari.

 

WRECK – Karam

Alih-alih menenggelamankan, ‘Karam’ justru membawa WRECK kembali ke permukaan dan menunjukkan bahwa mereka sedang duduk nyaman di barisan teratas post hardcore tanah air. Penggunaan autotune pada vokal di sepanjang lagu menunjukkan keberhasilan eksperimentasi mereka. Track yang sebenarnya dirilis pada 2020 lalu untuk kompilasi Dasawarsa Kebisingan oleh Grimloc Records ini masih begitu relevan ketika diperdengarkan secara luas saat ini.

 



Ramengvrl – Facts

We gotta admit, there’s nothing new about Ramengvrl droppin bangers. Tidak hanya menyuguhkan beat yang catchy tapi juga lirk yang menyentil mengenai owning your shit when people talking bull. Lagu ini merupakan bagian dari kompilasi asiatic.wav terbitan Warner Music.

 

Blxst – Never Was Wrong

Lagu yang merupakan bagian dari EP terbaru Blxst ini seperti memperkenalkan kembali posisinya sebagai talenta R&B saat ini. Sound lagu ini terasa soulful tanpa menghilangkan swag yang ia miliki. Materi visual yang disuguhkan juga menarik, menampilkan Hollywood lama dengan skena glamor kulit hitam yang tengah bersenang-senang. Sebuah hasil produksi yang terasa mewah dari penerima nominasi Billboard Awards dan BET Awards ini.

 

Lykke Li – YOU DON’T GO AWAY

Sungguh mubazir jika hanya mengenal Lykke Li dari lagu hitsnya yang sering diputar oleh DJ di klub atau bar atau festival besar. Di album terbarunya ini, ia merekam seluruh lagunya di kamar tanpa software digital, tanpa headphones, merekam suaranya dengan mic drum, dan memberikannya pada Shawn Everett untuk proses mixing. Silakan dengar ‘YOU DON’T GO AWAY’ sebagai lagu yang ia buat dengan tujuan menghadirkan “suasana intim mendengarkan voice note dengan [mengonsumsi] LSD dosis tinggi.”

 


Vvachrri – Kelas Siang

Senang sekali mendengarkan musisi menyelipkan satu track yang “berbeda” dari keseluruhan mood dalam album/EP mereka. Di EP ‘Semper Fi’ ini, Vvachrri menyelipkan ‘Kelas Siang’ sebagai satu track yang keluar dari koridor screamo mereka. Gitar clean dengan delay tipis dan drum yang berorientasi pada hi-hat, dan arguably performa clean vokal terbaik sang vokalis. Mungkin, ketika menulis lagu ini, mereka mempertimbangkan untuk menjadi band yang pensi-friendly.

 

Ravyn Lenae – Where I’m From (feat. Mereba)

Baru-baru ini, penyanyi R&B, Ravyn Lenae merilis album terbarunya bertajuk HYPNOS. Dari 16 tracklist yang ada di album tersebut, lagu “Where I’m From” paling menarik perhatian kami. Gitar dan drum yang catchy menyambut para pendengar sebelum disuguhkan vokal Ravyn yang merdu. Belum lagi suara Mereba yang benar-benar mengimbangi halusnya tone Ravyn. As people would say, this is a bop.

 

Come To Grief – When the World Dies

Dibentuk dengan nama Grief pada awal tahun 90-an oleh Terry Savastano (Disrupt), band ini sempat membubarkan diri pada 2001 dan kembali ngeband dengan nama Come To Grief dan kembali memproduksi musik bergenre doom/sludge dengan sound yang lebih modern. Di produseri oleh Kurt Ballou (Converge), track yang berjudul persis seperti albumnya ini memiliki nuansa atmosferik yang sempurna.whiteboardjournal, logo