Sunlotus, Unit Shoegaze Asal Blora Merilis Album Perdananya

Music
09.05.19

Sunlotus, Unit Shoegaze Asal Blora Merilis Album Perdananya

Sebuah karya ambisius untuk bereksperimen demi seni dan kreasi.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Stefano William A.
Foto: HÉMA

Mengubah kegelisahan terhadap perubahan di dalam masyakarat adalah alasan dari terbentuknya grup shoegaze Sunlotus. Datang dari Blora, Jawa Tengah, keadaan lingkungan yang gersang serta kenangan akan tempat tinggal menyatukan Made Dharma dan kawan-kawan lamanya untuk berkumpul di studio, mengaransemen musik dan kemudian melakukan rekaman pada akhir 2018. Made, sebelumnya sudah pernah berkarya dalam unit Warmouth, Deadly Weapon, serta LKTDOV, kali ini tidak hanya fokus memainkan musik shoegaze semata melainkan ada juga unsur grunge, noise, dan ambient.

Masuk dalam roster label asal Bali, HÉMA, yang sudah aktif sejak tahun 2014 silam, Sunlotus meluncurkan album “This Old House”, pada tanggal 8 Mei 2019. Menyambut rilisnya album tersebut, ada dua single berjudul “Picturesque” dan “Heatstroke” yang telah beredar di berbagai platform. Mereka menggunakan judul album menjadi representasi bagaimana ingatan bekerja dalam memicu kegelisahan. Selaku penulis lagu, Made juga menempatkan prinsip sebagai pribadi yang datang dari latar belakang budaya Jawa yang terkenal memiliki nilai tradisional dan filosofi konservatif. Berisi 6 trek, album “This Old House” punya ruang sendiri dalam setiap lagunya. Musik shoegaze sangat terasa dalam 3 trek awal sebelum akhirnya berubah menjadi lebih keras dan eksperimental melalui lagu “Heatstroke”. Seakan menjadi titik balik, lagu tersebut mengawali bagian kedua dari album di mana kehadiran soundscape yang dibangun menjadi sangat terasa hingga akhir.

Diproduksi sendiri oleh Made, wajar bila melihat album ini sebagai sebuah upaya ambisius untuk bereksperimen demi seni dan kreasi. “This Old House” dirilis HÉMA dalam bentuk CD dan juga format digital.whiteboardjournal, logo