Wahono Mengeksplorasi Suara Baru Lewat “Prambanan/Mabad”

Music
09.01.19

Wahono Mengeksplorasi Suara Baru Lewat “Prambanan/Mabad”

Suguhan terbaru dari DIVISI62.

by Ghina Sabrina

 

Foto: DIVISI62

Sejak kemunculannya di tahun 2015, label/kolektif musik dan visual art DIVISI62 konsisten dalam menunjukkan pemahaman menyeluruh mengenai warisan budaya musik Indonesia dan bebunyian budaya Timur lewat karya-karyanya. Setiap nama dalam roster DIVISI62 merupakan moniker milik para pendirinya untuk merilis musik dengan pendekatan serta konsep berbeda-beda, yakni Uwalmassa, RMP dan Marsesura.

Salah satu pendiri DIVISI62, Harsya Wahono – atau Wahono, baru saja merilis 2 trek berjudul “Prambanan/Mabad”. Selain terlibat dengan labelnya sendiri, ia pun dikenal sebagai seorang produser musik, dengan album “monkshood” milik BAP. sebagai salah satu karya dengan hasil campur tangannya. Setelah sebelumnya sempat merilis musik atas nama Wahono lewat album kompilasi “Animisme (DISK15)”, kini ia kembali merilis karya dengan namanya sendiri sebagai pembuka di tahun baru.

Mirip dengan trek “Pakar Gula Gending” yang dirilis tahun lalu, kedua trek “Prambanan/Mabad” tetap menggunakan elemen gamelan namun dipadu bebunyian kompleks dan unpredictable sehingga terdengar modern. Untuk “Prambanan”, trek dimulai dengan suara tepukan tangan yang dijadikan ritme untuk keseluruhan lagu. Semakin lama, nuansa dalam trek tersebut pun semakin ramai dengan tambahan dentuman gendang tempo cepat dan nyanyian yang seakan dapat terdengar dari kejauhan.

Sebaliknya, trek “Mabad” menyuguhkan suasana lebih gelap dari trek sebelumnya. Trek ini tidak memiliki ritme dominan jika dibandingkan dengan “Prambanan”, namun diisi dengan distorsi suara nyanyian layaknya pembacaan doa dibarengi dengan petikan nada melodik. Pada bagian akhir lagu, ketenangan yang disuguhkan di awal lagu pun dibuat berantakan dengan kehadiran suara intens – mirip dengan nuansa mencekam yang datang ketika menonton film horor.

Lewat perilisan “Prambanan/Mabad”, terlihat bila Wahono ingin mengeksplorasi sekat-sekat baru dalam musik yang belum diangkat oleh roster DIVISI62 sebelumnya. Walau memang bukan musik untuk semua orang, namun menarik jika dilihat dari perbedaan narasi serta konsep yang ingin disajikan oleh Wahono melalui rilisan ini. whiteboardjournal, logo