Penelitian Menemukan Bahwa Pandemi Berperan dalam Kenaikan Tren Lari

Sports
08.04.23

Penelitian Menemukan Bahwa Pandemi Berperan dalam Kenaikan Tren Lari

Menurut survey yang dilakukan perusahaan review sepatu lari RunRepeat, pandemi Covid-19 telah banyak berkontribusi terhadap kemunculan pelari baru.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Dafa Sena
Foto: Unsplash/Jack Atkinson

Sejak kemunculan pandemi COVID-19, kita banyak menemukan rutinitas baru: dari virtual meetings hingga beragam bentuk olahraga. Aktivitas paling sederhana yang banyak orang-orang lakukan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental adalah berlari, dan hal ini menjadi salah satu rutinitas yang menjadi kebiasaan sampai saat ini. 

Survey yang dilakukan kepada 3.961 pelari di 139 negara itu menemukan adanya peningkatan besar pada orang yang mulai berolahraga. 28,76% pelari baru mengenal olahraga lari pertama kalinya di saat pandemi. Hal tersebut dikarenakan banyak sarana olahraga yang ditutup. 

Menurut survey tersebut, 72% mengatakan bahwa motivasi utama mereka untuk berlari adalah untuk menjaga kesehatan tubuh. Lari merupakan olahraga yang sederhana. Hanya dengan sepasang sepatu lari dan baju olahraga kita dapat menikmati olahraga lari dimanapun kita berada.

Running has a lot of advantages. First of all, you don’t need anybody else to do it, and no need for special equipment. You don’t have to go any special place to do it. As long as you have a good road you can run to your heart’s content.”— Haruki Murakami

Runners love running because it makes them feel good

Selebihnya, lari juga bermanfaat baik untuk kesehatan fisik dan mental. Secara fisik, lari secara teratur dapat meningkatkan kesehatan jantung, menguatkan otot dan tulang, serta membantu menjaga berat badan yang sehat. 

Runner’s high, merupakan istilah dari sensasi yang dapat dirasakan ketika kita sedang berlari dan melimpahnya zat endorfin di otak kita.

The true but rare runner’s high is a zone that we enter when everything seems to click perfectly, when time stands still, and when we can run almost without effort.” 

— Amby Burfoot, winner of the 1968 Boston Marathon.

Banyak orang mulai berlari semenjak pandemi dikarenakan stres, dan menjadikan olahraga tersebut sebagai sarana melepas penat. Berlari secara rutin juga dapat meningkatkan mood, mengurangi stres dan kecemasan, dan meningkatkan fungsi kognitif mereka. Penelitian menemukan bahwa olahraga, seperti lari dapat meningkatkan produksi zat endorfin di otak, sehingga menghasilkan perasaan senang dan sejahtera. whiteboardjournal, logo