Synflux Membuat Sistem untuk Mengurangi Limbah Kain

Fashion
31.03.19

Synflux Membuat Sistem untuk Mengurangi Limbah Kain

Mendefinisikan kembali gaya berpakaian dengan lebih sustainable.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Stefano William A.
Foto: Synflux

Hasil dari perkembangan teknologi semakin canggih setiap harinya menciptakan berbagai dorongan dan perubahan. Bagaimana tidak, sandang, pangan, dan papan sebagai kebutuhan pokok seorang insan sekarang punya ikatan lekat dengan teknologi. Proses produksi dan konsumsi berubah. Pelaku bisnis dalam industri busana adalah salah satu pihak yang diuntungkan. Hal ini terjadi karena ada permintaan tinggi dari konsumen, banyaknya referensi produk yang dapat diakses, serta proses produksi yang bisa memanfaatkan pekerja dengan upah rendah dari negara-negara dunia ketiga. Skala produksi besar ini kemudian menemui masalah lain, yakni sisa bahan kain dari pabrik dan kepuasan publik terhadap pakaian-pakaian yang dijual.

Untuk menjawab masalah di atas, Synflux, kolektif riset fashion asal Jepang, mengembangkan sebuah sistem mutakhir. Ditampilkan pada gelaran Design Indaba, sistem bernama Algorithmic Couture ini bekerja dengan cara melakukan 3D Scanning pada tubuh seseorang untuk menentukan proporsi tubuh secara tepat, dan data tersebut dapat digunakan pada pembuatan pakaian sesuai dengan orang itu. Data hasil pemindaian akan diproses oleh sistem dengan hasil sebuah bentuk pakaian optimal dengan limbah kain hampir tidak ada.

Tujuan yang dipaparkan oleh Synflux, adalah mereka ingin menyediakan hal baru agar supaya industri dapat mempertimbangkan kembali siklus fashion secara menyeluruh demi mencapai masa depan sustainable. Pengembangan sistem Algorithmic Couture berangkat dari pencarian solusi berbasis dunia digital terhadap masalah limbah kain dari industri busana. Penentuan ukuran baju yang ditetapkan oleh banyak perusahaan juga terkadang tidak sesuai dengan keinginan konsumen, sehingga sistem ini dapat menghasilkan warna, ukuran, bahkan bentuk sesuai selera penggunanya. Para pengembangnya berharap untuk bisa bekerja sama dengan brand besar dalam dunia fashion. Seperti menyatukan budaya haute couture dan teknologi canggih, Synflux memberikan akses untuk merancang gaya lebih personal dan sadar dengan siklus industri berkelanjutan. whiteboardjournal, logo