Seorang Desainer Grafis di California Mengklaim Sebagai Pembuat dan Pemilik Hak Cipta Logo Ikonik “Smiley” Nirvana

Design
26.09.20

Seorang Desainer Grafis di California Mengklaim Sebagai Pembuat dan Pemilik Hak Cipta Logo Ikonik “Smiley” Nirvana

Robert Fisher, desainer grafis sekaligus mantan art director band Nirvana, mengklaim bahwa ia adalah pembuat logo wajah tersenyum Nirvana yang sebenarnya.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Adinda Mutiara Anisa
Foto: HYPEBEAST

Ketika masalah antara Nirvana LLC dan Marc Jacobs belum selesai, masalah baru pun hadir. Sebelumnya, Marc Jacobs dituntut oleh Nirvana LLC karena telah melakukan ‘intentional copy akan gambar wajah tersenyum Nirvana, yang mana Marc Jacobs International pakai pada pakaian koleksi mereka yang disebut Bootleg Redux Grunge.  Pada proses pengadilan yang sedang berlangsung antara Nirvana dan perancang busana Marc Jacobs, pengacara band Nirvana menyatakan kepemilikan penuh atas gambar tersebut, dengan catatan bahwa gambar itu dibuat oleh Kurt Cobain pada sekitar tahun 1991 dan terdaftar untuk hak cipta pada tahun 1993. Namun, hal ini dibantah oleh seorang desainer grafis di California yang bernama Robert Fisher, yang juga dulu sempat menjadi art director untuk album band Nirvana.

Fisher mengklaim sebagai pembuat dan pemilik hak cipta logo wajah tersenyum band Nirvana yang sah. Diajukan pada tanggal 13 September, makalah pengadilannya menyatakan bahwa Fisher dan Nirvana dulu sempat berkolaborasi selama berbulan-bulan untuk desain album dan akhirnya bekerja sama di album Nevermind yang sekarang terkenal. Fisher pun sempat diklaim sebagai orang yang tepat untuk hampir semua kebutuhan desain grafis Nirvana, bahkan setelah Kurt Cobain meninggal pada tahun 1994 dan setelah Fisher meninggalkan tempat bekerjanya sebagai art director yaitu di Geffen Records pada tahun 1999.

Keluhan Fisher selanjutnya menyatakan bahwa dia diminta untuk merancang merchandise yang ramah ritel untuk Nirvana pada tahun 1991. Ia pun memutuskan untuk membuat sebuah desain bermata x dengan lidah mengarah ke samping, seperti mengedipkan mata ke pipi yang bekerja di bagian belakang pada kaosnya. Fisher lalu menggambar wajah smiley di atas kertas kalkir dan memperbesarnya dengan mesin xerox, yang menciptakan desain tampak berlekuk-lekuk. Nama band dengan font onyx juga ditempatkan di atasnya dan akhirnya dicetak dengan warna kuning keemasan.

Selain itu, Fisher juga menegaskan bahwa desainnya yang diajukan untuk mendapatkan hak cipta itu atas nama dia sendiri. Ia tidak pernah menjadi karyawan Nirvana, Inc. dan tidak pernah ada kesepakatan dengan Nirvana perihal desain ikonik wajah tersenyum tersebut, sehingga tidak dapat dianggap sebagai pekerjaan yang disewa. Dilansir dari Billboard, pengacara Fisher, yaitu Inge De Bruyn, berbicara bahwa Fisher baru mengetahui tentang kesalahan pemberian atribut baru-baru ini. Fisher juga tidak menyadari bahwa pada tahun 1993, Nirvana, Inc. mendaftarkan hak cipta untuk desain kaos Happy Face, menyebut dirinya sebagai penulisnya. Ia mengatakan bahwa seniman berhak mendapatkan penghargaan yang layak atas karyanya.

Sementara itu, pengacara Nirvana LLC Bert H. Deixler mengatakan kepada Los Angeles Times bahwa klaim Fisher “tidak berdasar secara faktual dan hukum”, dan akan “ditantang dengan keras”.whiteboardjournal, logo