Persembahan dari Silampukau
02/15/17 · 19,882 Views · Febrina Anindita

Percakapan antara 2 individu di sebuah warung kopi rupanya mampu menstimulasi duo Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening dalam proses bermusik. Bagi mereka, dialektika tersebut merupakan sebuah potret dari sebuah kota kelahiran mereka, yang mana kota tersebut pun dijadikan sebagai tema besar pada album perdananya yakni Surabaya. Melalui sepuluh lagu yang diringi dengan alunan dua gitar bolong, Silampukau mampu mengilustrasikan sudut-sudut berserta isi dari Kota Pahlawan dengan pendekatan yang berbeda. Lewat karakter liriknya yang kuat, sederhana dan cenderung puitis – karena struktur rima pada setiap lagunya – Silampukau mampu menyiratkan pesan-pesan yang ingin disampaikannya dengan apik.

Beberapa hari lalu, Silampukau baru saja mengeluarkan video klip untuk salah satu lagu andalannya, “Si Pelanggan” yang menceritakan salah satu lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, Dolly. Inspirasi lagu ini juga datang dari salah satu puisi karangan seorang penyair Surabaya yakni Indra Tjahyadi. Pada lagu ini, Silampukau menggambarkan bagaimana tiap individu di Dolly saling melengkapi satu sama lain. Penggalan lirik puitis pun menggambarkan kehampaan dan romantisme Dolly yang hanya diketahuin oleh para “pelanggan.”

Berdurasi kurang dari 5 menit dan berpusat pada sebuah set di kamar, alunan musik Silampukau membius dan memunculkan rasa campur aduk akan “teks” yang ingin ditampilkan melalui video ini. Lagi-lagi Silampukau mampu memberikan kesederhanaan namun meninggalkan bekas yang melekat lewat nomor “Si Pelanggan”.

Artikel oleh: Amelia Vindy

Tags: Music
Related Articles
view all
LL/TCM Merilis EP “Morning Lights”
05/09/17 · 23,402 Views
AVHATH X HAUL Split 7′
07/23/13 · 20,248 Views
We Discuss #6: We Are What We Eat
12/10/13 · 18,059 Views
Subscribe to Our Newsletter