Menikmati Pesta Prom Alternatif dari Olivia Rodrigo

Music
01.07.21

Menikmati Pesta Prom Alternatif dari Olivia Rodrigo

Tampilkan estetika 2000’s vintage secara konsisten, “Sour Prom” memuat banyak elemen nostalgia.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Shadia Kansha
Foto: Youtube/Olivia Rodrigo

Saat ini, nama Olivia Rodrigo sedang kerap dibicarakan banyak orang. Terlepas dari isu plagiarisme yang menerpanya baru-baru ini, penyanyi muda tersebut terus menuai kesuksesan dari kerja kerasnya sejak kecil. Ketika kami menulis mengenai peluncuran album perdana-nya “SOUR”, kami menyoroti kemahiran menulis Olivia yang mampu meninggalkan kesan bagi para pendengarnya. Benar saja, album tersebut berhasil bertahan sebagai best-selling album untuk artis wanita di tahun 2021. 

Baru-baru ini kami juga menulis mengenai niatan gadis kelahiran 2003 tersebut untuk merayakan prom dengan caranya sendiri. Olivia baru saja merayakan kelulusannya dari homeschool, dan karena itulah dia tidak pernah merasakan pesta dansa prom. Demi merasakan nuansa prom yang ia idam-idamkan, dia mengundang para penggemarnya untuk menyaksikan film konser garapannya bertajuk “Sour Prom”.

Film tersebut memuat estetika yang konsisten dengan konsep visual yang digunakan Olivia dalam perilisan albumnya. Dengan sentuhan-sentuhan 2000’s vintage yang telah disesuaikan dengan konsumsi visual modern, film konser ini membuat kita seakan-akan sedang menonton adegan pesta dansa dari film-film coming of age pada era itu. Film-film seperti “Bring it On”, “Clueless”, atau “Mean Girls” biasanya mengglorifikasi pesta dansa sebagai puncak musim sosial tiap anak-anak SMA di Amerika. 

Pertunjukan koreografi yang melengkapi penampilan-penampilan Olivia dalam film konser tersebut, dipermanis dengan koordinasi busana dan latar yang apik. Memang, terlihat seperti pesta dansa di gym sekolah pada umumnya. Namun, semua terlihat dikoordinasikan dengan baik agar jatuh pada tone warna-warna yang lebih dingin (seperti biru dan ungu dengan sentuhan silver disana-sini). Ditambah lagi permainan cahaya dan sinematografi yang berpengaruh pada dinamika tiap penampilan.

Jika membahas musiknya, memang ada aransemen-aransemen berbeda yang bisa kita tangkap tanpa usaha. Namun, satu hal yang pasti adalah audio tersebut diolah untuk mempertahankan sisi raw yang biasa kita dapatkan di konser-konser pada umumnya. Sehingga, Olivia benar-benar mempertunjukkan kemampuan suaranya dengan edit yang minimal. Setiap nafas dan tarikan suara yang dia ambil menambah experience konser yang dia tawarkan.

Satu hal yang perlu disoroti justru adalah penampilan pertama Olivia dalam film tersebut. Siapa yang menyangka bahwa lagu “dejavu” dan “happier” dapat digabungkan menjadi satu? Dengan iringan gitar akustik dan bantuan sequencer, Olivia mencampurkan kedua lagu tersebut dalam sebuah medley. Ya, kedua lagu tersebut memang baik dimainkan sendiri-sendiri. Namun, mashup ini menawarkan sebuah warna baru pada lagu-lagu tersebut.

Olivia lalu menampilkan 3 lagu dalam gym, yaitu “brutal”, “traitor”, dan “jealousy jealousy”. Nuansa yang ditawarkan disini menawarkan dinamika yang biasa kita temui dalam pesta dansa pada umumnya. Sebuah kesempatan untuk berloncat-loncat bersama teman-teman dan juga kesempatan untuk menari diiringi lagu ballad bersama pasangan. 

Kemudian, lagu “enough for you” dibawakan dengan sangat minimalis dalam sebuah set bernuansa ruang cetak foto (red room). Lagu ini sendirinya membawa emosi yang sangat besar. Olivia, sambil mengiringi dirinya sendiri bernyanyi dengan gitar, membawakan lagu tersebut dengan khidmat. Seakan tengah menggunakan lagu itu untuk merenung atau mengenang masa-masa yang ia lalui.

Terakhir, Olivia memasuki latar terakhir yaitu lapangan football. Disitu, ia menyanyikan lagu “Driver’s License” dan “Good 4 U”. Mungkin kalian mengingat nuansa keseruan pertandingan basket di film-film “High School Musical”. Nah, bayangkan keseruan itu tapi di lapangan yang berbeda. Dengan iringan marching band untuk membumbui beberapa bagian, Olivia menawarkan sebuah klimaks yang terasa meriah.

Walaupun film tersebut tidak memuat semua lagu yang berada di album “SOUR”, namun segala hal yang ditawarkan dalam proyek ini dapat memperdalam eksplorasi visi Olivia terhadap album perdananya tersebut. 

Saksikan keseruan pesta dansa ala Olivia Rodrigo di sini.whiteboardjournal, logo