Bendera yang Tak Bisa Naik dan Catatan Penting dari Kemenangan Indonesia di Piala Thomas

Sports
18.10.21

Bendera yang Tak Bisa Naik dan Catatan Penting dari Kemenangan Indonesia di Piala Thomas

Saat perayaan gelar juara, bendera merah putih Indonesia tidak dikibarkan, melainkan digantikan oleh bendera logo PBSI.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Nada Salsabila
Foto: BadmintonPhoto/Yohan Nonotte

Indonesia lagi-lagi mengharumkan nama setelah berhasil menjuarai Piala Thomas 2020 usai mengalahkan China. Sebelumnya, Indonesia terakhir kali menjuarai Piala Thomas pada tahun 2002. Saat itu Taufik Hidayat dan yang lainnya mengalahkan Malaysia dengan skor 3-2 di Guangzhou, China. Namun setelah itu, Indonesia tidak bisa menghentikan dominasi China yang meraih enam gelar dari delapan edisi terakhir. Tapi pada Piala Thomas 2020 ini akhirnya Indonesia menggagalkan misi China untuk mempertahankan gelar juara mereka. 

Selain itu, Indonesia juga mendapatkan gelar Piala Thomas terbanyak, yakni 14 trofi disusul China dengan 10 trofi, lalu Malaysia dengan lima trofi, dan Denmark serta Jepang dengan masing-masing satu trofi. Walaupun begitu, perjalanan Indonesia menuju kemenangan tidak semudah itu. Atlet-atlet yang ikut bertanding dan juga pelatih tentunya bekerja dengan keras untuk meraih kemenangan setelah 19 tahun lamanya Indonesia tidak menjuarai Piala Thomas.

Pada laga pertama, Indonesia berhadapan dengan Aljazair dan menang dengan skor 5-0. Poin-poin tersebut disumbangkan oleh Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, Chico Aura Dwi Wardoyo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Lallu pada laga kedua Indonesia menang melawan Thailand dengan skor 3-2, dimenangkan oleh Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Shesar Hiren Rhustavito, yang turun pada dua partai terakhir. Lalu Indonesia kembali menang dengan skor serupa saat melawan Taiwan di pertandingan ketiga atau terakhir Grup A Thomas Cup 2020, dimana poin-poin tersebut disumbangkan oleh para tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Shesar Hiren Rhustavito.

Pada perempat final, Indonesia dihadapkan dengan Malaysia dan lagi-lagi menang dengan skor 3-0. Tiga poin kemenangan itu dipersembahkan oleh Anthony Sinisuka Ginting, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Jonatan Christie. Setelah melewati Malaysia, Indonesia berhadapan dengan tuan rumah Denmark di semifinal Piala Thomas 2020. Indonesia lalu mampu meraih kemenangan dengan skor 3-1. Tiga poin kemenangan itu diraih oleh Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Jonatan Christie, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Pada sesi penentu ini, Indonesia berhasil melawan juara bertahan Piala Thomas, yaitu China, dengan skor 3-0. Poin-poin kemenangan itu disumbangkan oleh Anthony Sinisuka Ginting, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Jonatan Christie.

Keberhasilan yang diraih tentu datang dari motivasi banyak orang, tak terkecuali sosok Hendra Setiawan. “Pelatih bilang ‘now or never’, karena kita tahu bisa jadi ini jadi peluang terakhir Hendra Setiawan dan Muhammad Ahsan,” ungkap Jonatan Christie atau Jojo ketika diwawancarai oleh Badminton Europe.

Untuk pertama kalinya, Hendra Setiawan bisa meraih trofi Piala Thomas sekaligus melengkapi piala mayor selama kariernya. Di level internasional, Hendra sudah meraih empat gelar juara dunia pada 2007, 2013, 2015, dan 2019 serta sekali medali emas Olimpiade 2008. Ini adalah gelar mayor pertama Hendra setelah gagal pada di final 2010. Sementara di final pada tahun 2016, Hendra yang berpasangan dengan Mohammad Ahsan kalah 2-3 dari Denmark. 

Tidak lupa juga, keberhasilan tim merah putih tak lepas juga dari kerja keras para pelatih. Terdapat Herry Iman Pierngadi dan Irwansyah, dua pelatih yang membawa Indonesia juara Thomas Cup 2021. Sepanjang pada pertandingan sektor tunggal putra, pelatih Irwansyah terlihat mendampingi anak didiknya dengan membawa catatan. Hal tersebut berhasil menarik perhatian warganet dan mengundang banyak komentar positif kepada pelatih tersebut. Pasalnya, Irwansyah adalah asisten pelatih tunggal putra Indonesia. Namun, dirinya dipercaya menggantikan peran pelatih Hendry Saputra. 

Namun dalam kemenangan yang diraih oleh Indonesia, terdapat juga hal yang menjadi sorotan banyak orang. Saat perayaan gelar juara, bendera merah putih Indonesia tidak dikibarkan, melainkan digantikan oleh bendera logo PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia). Hal ini dikarenakan hukuman WADA (Badan Anti Doping Dunia) yang dijatuhkan kepada LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia) 8 Oktober kemarin. 

Kabarnya LADI dinilai tidak patuh dalam melaksanakan pengujian doping yang efektif kepada setiap atlet Indonesia untuk seluruh cabang olahraga. Tidak hanya tak bisa mengibarkan bendera merah putih Indonesia, Indonesia juga dipastikan tidak bisa menjadi tuan rumah kejuaraan regional, kontinental, atau internasional selama masa penangguhan hukuman dari WADA. Walau begitu lagu Indonesia Raya tetap mengiringi perayaan gelar juara Piala Thomas 2020. 

Selamat bagi para tim dan pelatih tim Indonesia atas kemenangan Piala Thomas 2020 ini! Untuk informasi selengkapnya mengenai bulutangkis Indonesia, Anda bisa mengunjungi laman https://www.instagram.com/badminton.ina/whiteboardjournal, logo