New Music Selection: Dari Black Country New Road, Cults, Band of Horses, sampai Mantra Vutura

Music
03.12.21

New Music Selection: Dari Black Country New Road, Cults, Band of Horses, sampai Mantra Vutura

Lagu dari legenda industrial Bandung, proyek solo bassist Warpaint, hingga surf pop dari Manado. 

by Whiteboard Journal

 

Setiap hari jumat, kami akan merangkum rilisan lagu baru dari musisi lokal dan internasional. Berikut adalah rangkuman lagu-lagu baru yang menarik untuk didengar di minggu pertama Desember 2021.

Beach Bunny – Christmas Caller

Apa arti Desember tanpa lagu Natal? Beach Bunny menjawab kebutuhan ini dengan tawaran angle baru yang lebih relatable dengan suasana hari ini.  “You call me up/wish me Merry Christmas/Know we haven’t spoke in weeks (But maybe)/We can pretend the holiday antics/Give us an excuse to speak”. Dengan iringan gitar ala indie rock yang catchy, lagu ini meninggalkan kesan bittersweet yang juga sering kita rasa di masa liburan. 

Rid of Me – Myself

Unit asal Philladelphia ini mengambil nama dari salah satu album PJ Harvey, namun dengan kualitasnya, kita akan mengenal mereka sebagai eksistensi baru yang patut ditunggu. Berisikan personil band hardcore Fight Amp dan Soul Glo (salah satu band hardcore muda keren yang juga sangat kami rekomendasikan), Rid of Me memainkan musik rock yang sedikit lebih ringan dibanding apa yang mereka lakukan di band terdahulu. Tapi di saat yang sama, mereka tetap hadir dengan intensitas yang setara nonjoknya.  

The Chain – Burn It Down

Salah satu yang paling ditunggu saat situasi semakin membaik ini adalah nonton gigs hardcore yang tight dan intens. Untungnya kita punya The Chain yang bisa menghadirkan dua hal tadi melalui musiknya. Datang dari Australia, The Chain menjadi salah satu wave baru musik hardcore punk bagus yang muncul belakangan setelah Jalang dan Speed.

Cloakroom – A Force At Play

Di antara tren musik modern shoegaze belakangan, Cloakroom adalah salah satu band yang masih relative underrated. Padahal mereka telah muncul cukup lama dan selalu punya kualitas di musiknya. “A Force At Play” menunjukkan itu semua. Komposisinya mempunyai kompleksitas namun penuh hook-hook penting yang selama ini belum kita dapatkan dari band serupa. 

Fuss – Teriyaki Dinner (Grown Ass Man Pt. II)

Proyekan dari personil band indie/pop punk Joyce Manor dan Shinobu. Memainkan lagu pop punk yang cukup straight forward plus lirik yang secara candid menceritakan pengalaman adulthood. Diproduseri oleh salah satu ikon pop punk, Jeff Rosentock yang dulu juga bermain di band Shinobu. 

Black Country, New Road – Concorde

Tahun lalu, Black Country, New Road muncul dan langsung menjadi favorit baru di ranah post-punk/indie rock dengan spoken words + instrumentasi mereka yang canggih. Tahun ini mereka sedang menyiapkan album baru yang akan datang Februari mendatang. Dari materi-materi yang telah dirilis, terasa bahwa mereka bermain sedikit lebih dewasa secara komposisi. Untungnya, alih-alih jadi membosankan, kedewasaan ini juga memberi depth pada kaya instrumentasi yang mereka mainkan. 

Jenny Lee – Heart Tax

Salah satu yang membuat Warpaint stand out adalah rhythm section mereka yang yang tight dan dinamis. Dan untuk itu, kita harus memberi kedit lebih pada Jenny Lee atas permainan bass-nya yang seru dan presence di panggung yang juga ikonik. Ini bukan proyek solo pertamanya, tapi di sini kita diajak menjelajah ruang baru di semesta musikalnya yang paling intim dan personal. 

Chastity Belt – Fake

Dengan semakin populernya musisi seperti Soccer Mommy, Lucy Dacus hingga Snail Mail, kita harusnya melihat juga ke Chastity Belt. Mereka secara konsisten membuat lagu-lagu indah dan “Fake” ini adalah salah satu yang terbaik di antaranya. Melodinya mengingatkan pada suasana lagu-lagu Real Estate yang hangat dan nyaman. 

Mantra Vutura – The Creation Part 2 (Rediscovered)

Di lagu ini, Mantra Vutura menunjukkan bahwa mengunjungi karya lama dan menggubahnya sekali lagi bukan keputusan yang jelek. Justru bisa memberikan kedalaman yang belum pernah datang sebelumnya. Secara kualitas kompisisi dan produksi karya ini sangat prima. 

Cults – Beach Ball

Dalam rangka perayaan satu dekade album yang mendefinisikan era 2010, Cults merilis “Beach Ball” lagu B-side dari album era itu. Saat diputar, kita akan dibawa kembali ke masa di mana “Go Outside” adalah salah satu ilmu yang penting supaya bisa jadi relevan. In a good way. 

Marinsow – Inana

Sebagai negara maritim, akhirnya kita bisa merayakannya dengan kualitas musik surf rock yang semakin menonjol belakangan. Setelah Southern Beach Terror, The Mentawais, The Panturas, dan Sundancer, kini hadir Marinsow sebagai perwakilan dari Manado. Yang seru Marinsow bisa menyuntikkan psikedelia di antara musik surf yang mereka bawakan dengan takaran yang pas. 

Band of Horses – In Need of Repair

Hangat yang jadi identitas dari karya Band of Horses hadir dan prominen di lagu baru mereka ini. Tepat waktu untuk hari-hari dingin akhir tahun yang akan kita jelang.

Anxious – Growing Up Song

Anxious bersama One Step Closer menjadi penanda penting bagi kita untuk kembali melihat ke rilisan Run For Cover. Jika One Step Closer sudah memberikan kita kandidat kuat untuk salah satu rilisan hardcore terbaik tahun ini, Anxious memberi kita alasan untuk menunggu tahun depan datang. Setelah dua lagu yang nyaris sempurna “Call From You” dan “In April”, single ketiga “Growing Up Song” menunjukkan range Anxious sebagai band pop-punk/emo. 

Sel – Liar Terbakar 

Sel adalah salah satu peletak batu pertama di bangunan musik industrial kita. Senang Anoa Records bisa mengarsipkan rilisan penting mereka untuk bertemu dengan telinga baru generasi sekarang. whiteboardjournal, logo