“Dendrobium None Betawi”, Album Mini Bing Renang yang Terinspirasi dari Prangko

Music
28.02.21

“Dendrobium None Betawi”, Album Mini Bing Renang yang Terinspirasi dari Prangko

Prangko menjadi medium Poppie untuk mengingat Jakarta—yang menjadi domisilinya selama satu dekade lebih.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Daniet Dhaulagiri
Foto: Bing Renang

Poppie Airil—yang banyak dikenal sebagai pengisi departemen bas band Efek Rumah Kaca dan Pandai Besi—membentuk sebuah proyek eksperimentasinya untuk pembelajaran menulis lagu dan pengarsipan personalnya sejak tahun 2013 di bawah nama Bing Renang. Poppie banyak terpengaruh oleh ilustrasi musik di film-film Indonesia lama, hal tersebut akhirnya menjadi latar dan identitas Bing Renang.

Sebuah kota mampu memberikan sentimen tersendiri untuk setiap orang. Tidak terkecuali bagaimana Jakarta yang menjadi domisili Poppie selama lebih dari satu dekade, dirinya memiliki cara tersendiri untuk mengingat Ibu Kota; melalui medium prangko. 

Sebuah momen yang mempertemukan Poppie dengan prangko bergambar bunga anggrek bertuliskan “Dendrobium None Betawi” dan “Dendrobium Abang Betawi” akhirnya mampu menjadi pemantik dirinya untuk merilis album mini bertajuk sama dengan prangko tersebut; “Dendrobium None Betawi” yang dirilis 26 Februari. Berisikan empat trek dengan durasi masing-masing lagu tak ada yang mencapai tiga menit.

Trek yang berjudul sama dengan mini album tersebut dipilih Poppie sebagai lagu utamanya, dengan “Jakarta Molek” sebagai trek turunannya, serta “Putri Terang” dan “Sri Rejeki” sebagai dua lagu pendukung. Dalam siaran persnya, album tersebut dijelaskan memiliki kesan deskriptif namun implisit, progresif tapi juga kontemplatif.

Poppie mengharapkan mini album “Dendrobium None Betawi” bisa menjadi alat antar untuk korespondensi antara Bing Renang dengan para pendengarnya, sebagai sarana untuk merawat ingatan akan waktu dan peristiwa. Kini mini album tersebut sudah bisa kalian dengarkan melalui berbagai platform musik digital.

 whiteboardjournal, logo