Prisma Garden Menawarkan Pengalaman Pameran Seni Tanpa Ruang Fisik

Art
10.09.20

Prisma Garden Menawarkan Pengalaman Pameran Seni Tanpa Ruang Fisik

Diiringi dengan lagu menenangkan, Prisma Garden adalah hutan virtual yang berlaku sebagai ruang pameran.

by Whiteboard Journal

 

Teks: Niskala H. Utami
Foto: Prisma Garden

Melihat kesuksesan dan antusiasme pegiat kreatif di Media Art Globe Festival 2019, Connected Art Platform telah diundang untuk menyelenggarakan Prisma Garden sebagai bagian dari Ars Electronica Festival, Austria. Prisma Garden mengiklankan diri sebagai tongkrongan virtual di mana para pendatang dapat berinteraksi dengan sesama dan saling berbagi idea, menonton video, dan bermain dengan obyek-obyek 3D. 

Resmi dibuka Rabu (9/9) kemarin, Prisma Garden mengundang lima seniman Indonesia dari berbagai disiplin seperti arsitektur, pelukis, dan scanographer, untuk membagi keresahan mereka melalui karya. Karya itu lalu di”pajang” dalam sebuah ruang virtual yang bisa diakses melalui situs Connected Art Platform

Masuk ruang virtual, para hadirin dikelilingi oleh gubuk-gubuk dengan nama para seniman dan diiringi dengan musik. Beberapa seniman yang hadir termasuk Rubi Roesli dengan struktur dari benang, Notanlab dengan ilustrasi interaktif yang mengajak para hadirin untuk mewarnai, dan Motionbeast yang menyajikan tur virtual perkebunan teh di Indonesia. Selain itu, Connected Art Platform juga mengadakan sesi IG Live bersama beberapa seniman yang hadir. 

Acara ini akan berlangsung dari tanggal 9 September hingga 13 September, segera pergi ke laman Connected Art Platform untuk menyaksikan pameran virtual ini.whiteboardjournal, logo